Mencegah Penularan Virus Melalui Flash Disk atau CD/DVD

Diantara rekan-rekan yang membaca tulisan ini, apakah ada yang belum pernah komputernya terkena virus? Jawabannya tidak jauh “pernah” walaupun hanya 99,99%. Pada tulisannya sebelumnya saya pernah membahas bagaimana virus menyebar, diantaranya melalui media penyimpanan Flash Disk dan CD/DVD, menurut beberapa survey, media tukar-menukar data inilah yang paling banyak digunakan dan ampuh sebagai sarana penyebar virus. Memang banyak teknik penyebaran virus, bisa dengan dieksekusi langsung (teknik ini sudah mulai kurang digunakan oleh virus jenis baru) dan ada pula yang otomatis menginfeksi komputer sasaran pada saat media penyimpanan (Flash Disk atau CD/DVD) dihubungkan dengan komputer (teknik ini yang paling ampuh dan mulai banyak digunakan oleh sebagian besar virus lokal). Mengapa virus mudah menular secara otomatis? Sangat mudah sekali dan mungkin rekan-rekan pun bisa membuat scriptnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mengenal Virus…

Tak ada gading yang tak retak” itulah kiranya yang terjadi pada PCMAV, mungkin rekan pernah mendengar informasi ketika Norton melakukan kesalahan dengan menghapus file penting dari Microsoft, atau ketika McAfee melakukan kesalahan pendektesian terhadap file Norton. Bahkan masih hangat Norton salah mendeteksi terhadap file netapi32.dll dan Isasrv.dll pada OS Windows XP SP2 yang dianggap sebagai trojan. Saya surfing kesana kemari sudah mulai bermunculan nada sumbang terhadap PCMAV, kecurigaan terhadap PCMAV. Bahkan ada salah satu situs yang mengangkat hasil scanning TotalVirus, padahal situs tersebut awalnya selalu menyediakan PCMAV untuk download, saya beberapa kali mengambil dari situs tersebut. Tapi marilah kita tanggapi ini dengan kepala dingin. Beberapa hal yang menimbulkan kecurigaan terhadap PCMAV bahwa “PCMAV terdeteksi virus oleh beberapa antivirus” Pertanyaannya ; Kenapa demikian? Ada apa dengan anti virus? Apa sebenarnya perbedaan antivirus dengan virus itu sendiri? Sebelum saya mencoba mengungkapkan analisis saya (ma’af saya bukan pakar virus ), jelas besar kemungkinan analisis saya bisa salah bisa juga benar tergantung rekan-rekan menanggapi dari sisi mana.

  1. Baca lebih lanjut